Rabu, 27 Februari 2013

Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini?

,
Jangan salah sangka dulu... Jujur saja, sebenarnya saya pribadilah yang Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini. Mau tahu kenapa? Insyaalloh nanti akan saya uraikan. Seandainya Anda dapati nama produk atau Perusahaan Farmasi yang saya sebutkan di halaman ini, tentu saja hal ini bukan promosi atau pesan sponsorship. Sebelum Anda lanjutkan, ada baiknya Anda lihat juga artikel saya Beda Jamu, Herbal Terstandar dan Fitofarmaka.

Latar belakang saya yang 'disekolahkan' di medis telah memaksa saya untuk melihat fenomena berikut ini. Pertama, semasa kuliah banyak sejawat yang mengambil skripsi tentang herbal. Kedua, semasa kuliah saya merasa tertarik dengan penelitian tentang pemanfaatan herbal. Ketiga, saat bertemu pasien acapkali mereka menanyakan semacam ini "Bisa pakai herbal tidak?". Keempat, saya harus mencari referensi penelitian ilmiah tentang herbal untuk bisa mengatakan herbal tertentu mempunyai khasiat (akhirnya saya sunting menjadi buku atau artikel dalam blog ini atau referensi penyusunan formula herbal). Kelima, saya sering melihat produk-produk herbal Perusahaan Farmasi. Keenam dan Ketujuh, hmm... nampaknya semakin banyak toko-toko herbal dan iklan-iklan herbal di tepi jalan ya... (dua alasan terakhir ini tidak berkaitan langsung, tapi masih realistis bukan? Betul tidak?).

Anda tidak akan dapati di halaman ini saya menyinggung produk-produk herbal dari Perusahaan Jamu, namun saya hanya membatasi topik tulisan pada pemanfaatan herbal terkini oleh Perusahaan Farmasi. Semoga menarik...


<img src="obat.jpg" alt="Obat-obatan Produksi Perusahaan Obat Kimia">
Beberapa Jenis Produk Perusahaan Obat Kimia
Tentu Anda tidak akan menyangkal saya, bila Anda menebus resep dari dokter, Anda akan memperoleh obat-obatan produk Perusahaan Farmasi seperti gambar di samping ini. Juga sediaan obat yang lain seperti injeksi,  sirup, cream atau yang lainnya. Intinya imej Perusahaan Farmasi adalah memproduksi obat-obat kimia sintetis. Begitu bukan? 

Meskipun begitu jika kita runut sejarah tentu akan kita dapati dahulu Perusahaan Farmasi memproduksi obat berbahan baku herbal. Contoh yang mudah seperti pemanfaatan herbal Cannabis yang kita kenal sebagai ganja. Di dunia medis tanaman ini digunakan sebagai Medical Marijuana, obat pilihan pertama untuk mengatasi Neuropati dan sejumlah penyakit 'kelas berat'. Hampir bersamaan dengan produksi herbal tersebut, Perusahaan Farmasi juga memproduksi bentuk sintetis dari senyawa aktif dalam Cannabis. 


Perusahaan Farmasi Melirik Bisnis Jamu


Fenomena yang menarik bagi saya adalah bahwa dalam kurun 15 tahun paska krisis moneter Indonesia, beberapa Perusahaan Farmasi melirik potensi besar bisnis jamu. Nampak geliat beberapa Perusahaan Farmasi serius bermain di bisnis jamu, lahan yang sebelumnya telah dikuasai pengusaha jamu dari kelas korporat hingga jamu gendhong keliling. 
<img src="hobat.jpg" alt="Hobat - Produk Herbal Perusahaan Farmasi Darya Varia">
Hobat (Habbatus sauda')

Anda ingat produk di samping ini? Hobat, kapsul lunak dengan kandungan ekstrak Habbatus sauda' (Nigella sativa) 500 mg. Belum terlalu lama produk herbal perusahaan farmasi PT Darya Varia ini diluncurkan (akhir 2010), saat penggunaan Habbatus sauda' di Indonesia telah merakyat dan lekat dengan label thibbun nabawi. Dalam detail produk ini di situs resmi mereka, Darya Varia mencantumkan indikasi: "Enhance body immune, prevent and cure disease" meskipun sebenarnya banyak penelitian tentang pemanfaatan herbal Habbatus sauda' yang lebih spesifik. 
<img src="Blood Care.jpg" alt img="Blood Care">
Blood Care



Tentu bukan kali ini saja Darya Varia bermain. Pertengahan 2007 mereka telah meluncurkan produk Blood Care juga dalam sediaan kapsul lunak yang mengandung ekstrak herbal Hawthorn, Lemon Balm, Ginkgo biloba, Mengkudu dan Minyak Bawang Putih. 

Saya tidak ingin menyebutkan satu produk lagi dalam klasifikasi yang sama dari pabrikan ini, karena menurut saya (tentu berdasarkan situs resmi mereka) tidak tercantum kandungan bahan baku herbal yang digunakan. 


<img src="diapet.jpg" alt="Diapet - Produk Herbal Perusahaan Farmasi Soho">
Diapet
Anda mungkin ingat juga produk di samping ini. Produk ini sering dikaitkan dengan diare. Diapet mengandung ekstrak Daun Jambu Biji, Kunyit, Biji Jali, Buah Mojo Keling dan Kulit Buah Delima. Produk herbal perusahaan farmasi Soho (Soho Industri Pharmasi) ini dilempar ke pasar sekitar tahun 2000. 

Produk Diapet ini bukan produk herbal yang pertama kali dilempar Soho. Tahun 1999 Curcuma Plus telah lebih dulu dikenal pasar. 


<img src="curcuma plus emulsion.jpg" alt="Curcuma Plus Emulsion - Produk Herbal Perusahaan Farmasi Soho">
Curcuma Plus Emulsion
Bahkan pengembangan produk herbal Soho telah dirintis beberapa waktu sebelum badai krisis moneter menimpa negeri kita. Curcuma Plus merupakan salah satu produk varian dari bahan baku ekstrak Temulawak. Berdasar referensi yang saya miliki, tahun 1995 sebenarnya Soho telah meluncurkan produk berlabel Curcuma untuk diresepkan dokter sebagai obat gangguan fungsi hati. Berikutnya Soho menduplikasi pemanfaatan Temulawak untuk anak-anak dengan mengemasnya menjadi Curcuma Plus Sirup (1999), Curcuma Plus DHA dan Prebiotik (launching tahun 2002), Curcuma Plus Emulsion (launching tahun 2005), Curvit Syrup (launching tahun 2006), Curcuma Plus Susu dan Curcuma Plus Fruit and Veggie. 

Untuk gangguan fungsi hati, Soho masih mempunyai Curliv. Namun kali ini tak hanya ekstrak Temulawak saja yang digerus, Soho meramunya bersama ekstrak Sylimarin, ekstrak buah Schizandrae dan ekstrak Akar Kayu Manis. Produk ini dijajakan sejak tahun 2001.

Selain Curcuma yang diluncurkan tahun 1995 (sebelum krisis moneter), Soho juga berupaya menjajakan Matovit yang mengandung ekstrak Billberry untuk kesehatan mata. Produk ini mulai dipasarkan sejak 1997.

Masih adakah dari Soho?

Masih ada beberapa produk Soho yang lain. Sebut saja Imboost yang mengandung ekstrak Echinacea yang diluncurkan sejak tahun 2000 untuk menjajal pasaran Imunomodulator. Lalu  disusul varian Imboost, Imboost Force dengan tambahan ekstrak Black Elderberry (selain tetap mengandung ekstrak Echinacea) yang dipasarkan sejak tahun 2003. Lalu ada Asthin yang mengandung antioksidan Astaxanthin (dari mikroalga Haemustococcus pluvalis) digenjot mulai tahun 2007 untuk menyisir pasaran Antioksidan alami.
<img src="laxing.jpg" alt="Laxing - Produk Herbal Perusahaan Farmasi Soho"
Laxing

Anda mungkin pernah melihat iklan produk ini di tepi jalan. Soho pun tahu membaca pasar 'penyakit perut' lain selain diare. Laxing yang mengombinasikan ekstrak Sena dan Lidah Buaya diluncurkan tahun 2006 untuk menjajal pasar kategori pencahar herbal. 


<img src="ahlan24.com.jpg" alt="Banyak Diskon di www.ahlan24.com + Bonus Konsultasi Dokter">






Anda masih tertarik dengan artikel Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini ini? Semoga Anda tidak perlu kecewa jika saya berhenti di sini, karena Anda masih bisa menyimak di Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini (Bagian 2)

Masih ada artikel lain yang perlu Anda baca tentang Hal-hal Penting Memilih Herbal Untuk Terapi. Semoga bermanfaat.
<img src="seal.gif" alt="http://www.copyrighted.com/copyrights/view/c0fl-uoeo-mhsy-xhom"



Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini?
Diposting oleh : ahlan24
Artikel ini ditulis oleh dr. Didit Aktono Hadi dan telah dipatenkan di www.copyrighted.com. Jika ingin mengutip, harap berikan link menuju artikel Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini? ini. Mohon kerja sama untuk saling menghargai karya sesama insan. Pelanggaran atas karya ini bisa kami ajukan secara DMCA Takedown yang bisa berakibat buruk bagi Blog yang melanggar. Terima kasih atas perhatian Anda.

0 komentar to “Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini?”

Posting Komentar

Bila ingin memberikan komentar, silahkan menggunakan Bahasa Indonesia yang sopan, baku dan nyaman untuk dibaca. Mohon tidak menggunakan Avatar berupa gambar yang menyerupai wujud makhluk bernyawa. Terima kasih.