Rabu, 06 Februari 2013

Amankah Mengonsumsi Pegagan?

,
Amankah Mengonsumsi Pegagan? Anda tentu sedang tertarik dengan informasi ini. Fenomena yang menarik. Cobalah kita perhatikan ketertarikan orang-orang untuk menggali, mengetahui dan memanfaatkan herbal-herbal yang ada di sekitar kita. Bahkan di centre-centre Pendidikan Indonesia, penelitian-penelitian berbasis pemanfaatan herbal makin menjamur. Sebagai praktisi medis, saya pun mengamati pergeseran perilaku dan mindset beberapa perusahaan obat kimia yang mulai memperbanyak produksi sediaan obat berbahan baku herbal. Lebih jelasnya silahkan baca di Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini? Saya kira Anda perlu juga membaca Benarkah Tanaman Pegagan Mempunyai Khasiat Antistres?

<img src="sambola.jpg" alt="sambola"
Sambola, olahan Pegagan di Sri Lanka
Sebenarnya di Indonesia tanaman Pegagan telah lama dimanfaatkan sebagai sayuran. Orang-orang tua kita sering mengonsumsi Pegagan sebagai salad / lalapan yang meningkatkan selera makan. Mungkin karena rasanya yang sedikit tajam, sebagian orang lebih memilih menyajikannya bersantan, atau mengolahnya bersama dengan kelapa parut. Di negara Asia lain seperti Malaysia, Sri Lanka, Thailand dan India, penduduknya pun mempunyai beberapa cara mengonsumsi tanaman Pegagan. Sebagai contoh seperti Kola Kenda (sejenis bubur), Mallung (sejenis kari), dan Sambola di Sri Lanka. Sedangkan di Thailand dan India biasanya Pegagan dijadikan minuman untuk menguatkan fungsi persarafan dan otak. Penduduk Thailand mengonsumsi Pegagan sebagai minuman dan jus, sedangkan orang India mengonsumsinya sebagai minuman yang dikenal dengan nama Thandaayyee. Negeri kita pun tak kalah, di lereng pegunungan Menoreh (Kulonprogo, DIY) penduduk mengolah Pegagan sebagai bahan baku minuman 'teh pegagan' yang dikenal dengan nama Teh Antana.

Pada dasarnya banyak cara untuk mengonsumsi Pegagan. Anda bisa mengonsumsi langsung, atau mengolahnya terlebih dahulu yang hasil akhirnya bisa berupa simplisia kering untuk dibuat teh celup atau powder sebelum proses kapsulasi, atau bisa juga melalui proses ekstraksi sebelum kapsulasi. Bahkan lebih jauh lagi, hasil ekstraksinya bisa diolah menjadi cream, zalf ataupun lotion untuk produk kosmetika.

Kembali ke tema Amankah Mengonsumsi Pegagan? Tulisan ini saya maksudkan untuk berbagi informasi tentang keamanan mengonsumsi Pegagan. Tentunya dengan dukungan penelitian ilmiah, biidznillah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Boely C. yang dipublikasikan Gaz Medical France (1975), sepanjang cara mengonsumsi Pegagan sesuai dosis yang direkomendasikan Pegagan aman dikonsumsi tanpa efek samping. Dalam penelitian tersebut, pemberian Asiaticoside (salah satu kandungan aktif Pegagan) secara oral pada dosis 1g/kgBB yang diujikan dengan memberikan ekstrak Pegagan kepada pasien ternyata terbukti tidak toksik dan ditoleransi dengan baik. Jika kita mengacu pada laporan Tee (dkk) di Johor Malaysia tentang kandungan nutrisi makanan, maka Asiaticoside (dalam daun Pegagan) mempunyai konsentrasi antara 1.14 - 2.56 µg/ml. Laporan Tee tersebut dipublikasikan di Malaysian  Food  Composition  Database Programme (1997). 

Meskipun begitu, situs WebMD memberi peringatan tentang efek samping penggunaan Pegagan. Menurut situs tersebut Pegagan aman dikonsumsi secara oral maupun digunakan pada kulit jika sesuai aturan pakai. Namun ada kekhawatiran pada beberapa individu bisa menimbulkan gangguan fungsi hati dan efek samping berupa sakit perut, mual dan gatal-gatal. Pasien yang sedang menunggu jadwal operasi sebaiknya tidak mengonsumsi Pegagan dalam jangka waktu 2 minggu sebelum jadwal operasi, karena pengaruh interaksi Pegagan dengan obat-obatan yang mendepresi Susunan Saraf Pusat. (Silahkan baca Benarkah Tanaman Pegagan Mempunyai Khasiat Antistres?Konsumsi Pegagan dalam jumlah besar juga menimbulkan kantuk (tentang ini, saya pribadi pernah mengalaminya).

Nampaknya warning situs WebMD tersebut perlu kita jadikan pertimbangan. Di Argentina Jorge & Jorge melaporkan kasus yang dimuat Revista Española De Enfermedades Digestivas (2005), tentang kasus Hepatotoksitas pada pemakaian Pegagan dalam jangka waktu 20 - 60 hari. Ketiga kasus tersebut ditandai adanya peningkatan kadar enzim-enzim hati dan jaundice. Namun yang harus kita berikan catatan adalah studi kasus klinis yang dilaporkan baru ada 3 kasus, ketiga pasien tersebut berusia di atas 48 tahun, tidak ada riwayat penyakit sebelumnya yang dilaporkan, dan Jorge & Jorge memberikan status hipotesa bahwa kerusakan hati tersebut akibat konsumsi Pegagan serta membaik saat pemakaian Pegagan dihentikan. 
Setelah saya lakukan penelusuran data, tidak ada laporan kasus Hepatotoksisitas pada pemakaian Pegagan kecuali berasal dari Jorge & Jorge di atas. Tiwari S (dkk) dalam laporan penelitian tentang Efek Pegagan terhadap Kerusakan Kognitif Ringan dengan subyek penelitian Lansia usia 65 tahun, mereka mengatakan bahwa dalam penelitian yang dilakukan tidak ada peningkatan enzim hati (SGOT dan SGPT) setelah penggunaan Pegagan yang menunjukkan adanya kerusakan hati, sehingga menurut mereka Pegagan cukup aman diberikan pada lansia. Saya pun memilih pendapat terakhir ini, bahwa Pegagan cukup aman dikonsumsi.

<img src="iklan jhi1.jpg" alt="iklan jhi 1"
Sebagai pembanding seberapa besar dosis aman mengonsumsi Pegagan, saya sampaikan hasil penelitian Sairam (dkk) dan Cheng (dkk) bahwa jus segar ekstrak Pegagan dengan dosis 200 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB sebanyak dua kali sehari terbukti melindungi Ulkus Lambung dari kerusakan akibat induksi Aspirin ataupun Ethanol. 

Terakhir saya sampaikan kembali tentang interaksi obat-obatan yang mendepresi Susunan Saraf Pusat bersamaan dengan mengonsumsi Pegagan (Silahkan baca Benarkah tanaman Pegagan mempunyai khasiat Antistres?). Penggunaan Pegagan harus hati-hati pada pasien yang mengonsumsi obat-obatan seperti Clonazepam (Klonopin), Lorazepam (Ativan), Phenobarbital (Donnatal), Zolpidem (Ambien) dan sediaan lainnya yang bersifat mendepresi SSP. Ada baiknya Anda baca juga Apa Saja Kandungan Pegagan? Semoga bermanfaat.
<img src="http://www.copyrighted.com/copyrights/view/zwof-hks2-wf5b-iw9d" alt="zwof-hks2-wf5b-iw9d">



Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : Amankah Mengonsumsi Pegagan?
Diposting oleh : ahlan24
Artikel ini ditulis oleh dr. Didit Aktono Hadi dan telah dipatenkan di www.copyrighted.com. Jika ingin mengutip, harap berikan link menuju artikel Amankah Mengonsumsi Pegagan? ini. Mohon kerja sama untuk saling menghargai karya sesama insan. Pelanggaran atas karya ini bisa kami ajukan secara DMCA Takedown yang bisa berakibat buruk bagi Blog yang melanggar. Terima kasih atas perhatian Anda.

2 komentar:

  1. Saya sedang mencari tanaman berkhasiat untuk mengobati jerawat pada anak saya dan bertemu dengan artikel pegagan ini. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya membeli simplisianya.Makasih ya Dokter, besok saya akan mulai membuat teh pegagan dan memberikannya pada anak saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, sama-sama. Semoga tulisan ini bermanfaat.

      Hapus

Bila ingin memberikan komentar, silahkan menggunakan Bahasa Indonesia yang sopan, baku dan nyaman untuk dibaca. Mohon tidak menggunakan Avatar berupa gambar yang menyerupai wujud makhluk bernyawa. Terima kasih.