Rabu, 27 Februari 2013

Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini?

,
Jangan salah sangka dulu... Jujur saja, sebenarnya saya pribadilah yang Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini. Mau tahu kenapa? Insyaalloh nanti akan saya uraikan. Seandainya Anda dapati nama produk atau Perusahaan Farmasi yang saya sebutkan di halaman ini, tentu saja hal ini bukan promosi atau pesan sponsorship. Sebelum Anda lanjutkan, ada baiknya Anda lihat juga artikel saya Beda Jamu, Herbal Terstandar dan Fitofarmaka.

Latar belakang saya yang 'disekolahkan' di medis telah memaksa saya untuk melihat fenomena berikut ini. Pertama, semasa kuliah banyak sejawat yang mengambil skripsi tentang herbal. Kedua, semasa kuliah saya merasa tertarik dengan penelitian tentang pemanfaatan herbal. Ketiga, saat bertemu pasien acapkali mereka menanyakan semacam ini "Bisa pakai herbal tidak?". Keempat, saya harus mencari referensi penelitian ilmiah tentang herbal untuk bisa mengatakan herbal tertentu mempunyai khasiat (akhirnya saya sunting menjadi buku atau artikel dalam blog ini atau referensi penyusunan formula herbal). Kelima, saya sering melihat produk-produk herbal Perusahaan Farmasi. Keenam dan Ketujuh, hmm... nampaknya semakin banyak toko-toko herbal dan iklan-iklan herbal di tepi jalan ya... (dua alasan terakhir ini tidak berkaitan langsung, tapi masih realistis bukan? Betul tidak?).

Anda tidak akan dapati di halaman ini saya menyinggung produk-produk herbal dari Perusahaan Jamu, namun saya hanya membatasi topik tulisan pada pemanfaatan herbal terkini oleh Perusahaan Farmasi. Semoga menarik...


<img src="obat.jpg" alt="Obat-obatan Produksi Perusahaan Obat Kimia">
Beberapa Jenis Produk Perusahaan Obat Kimia
Tentu Anda tidak akan menyangkal saya, bila Anda menebus resep dari dokter, Anda akan memperoleh obat-obatan produk Perusahaan Farmasi seperti gambar di samping ini. Juga sediaan obat yang lain seperti injeksi,  sirup, cream atau yang lainnya. Intinya imej Perusahaan Farmasi adalah memproduksi obat-obat kimia sintetis. Begitu bukan? 

Meskipun begitu jika kita runut sejarah tentu akan kita dapati dahulu Perusahaan Farmasi memproduksi obat berbahan baku herbal. Contoh yang mudah seperti pemanfaatan herbal Cannabis yang kita kenal sebagai ganja. Di dunia medis tanaman ini digunakan sebagai Medical Marijuana, obat pilihan pertama untuk mengatasi Neuropati dan sejumlah penyakit 'kelas berat'. Hampir bersamaan dengan produksi herbal tersebut, Perusahaan Farmasi juga memproduksi bentuk sintetis dari senyawa aktif dalam Cannabis. 


Perusahaan Farmasi Melirik Bisnis Jamu


Fenomena yang menarik bagi saya adalah bahwa dalam kurun 15 tahun paska krisis moneter Indonesia, beberapa Perusahaan Farmasi melirik potensi besar bisnis jamu. Nampak geliat beberapa Perusahaan Farmasi serius bermain di bisnis jamu, lahan yang sebelumnya telah dikuasai pengusaha jamu dari kelas korporat hingga jamu gendhong keliling. 
<img src="hobat.jpg" alt="Hobat - Produk Herbal Perusahaan Farmasi Darya Varia">
Hobat (Habbatus sauda')

Anda ingat produk di samping ini? Hobat, kapsul lunak dengan kandungan ekstrak Habbatus sauda' (Nigella sativa) 500 mg. Belum terlalu lama produk herbal perusahaan farmasi PT Darya Varia ini diluncurkan (akhir 2010), saat penggunaan Habbatus sauda' di Indonesia telah merakyat dan lekat dengan label thibbun nabawi. Dalam detail produk ini di situs resmi mereka, Darya Varia mencantumkan indikasi: "Enhance body immune, prevent and cure disease" meskipun sebenarnya banyak penelitian tentang pemanfaatan herbal Habbatus sauda' yang lebih spesifik. 
<img src="Blood Care.jpg" alt img="Blood Care">
Blood Care



Tentu bukan kali ini saja Darya Varia bermain. Pertengahan 2007 mereka telah meluncurkan produk Blood Care juga dalam sediaan kapsul lunak yang mengandung ekstrak herbal Hawthorn, Lemon Balm, Ginkgo biloba, Mengkudu dan Minyak Bawang Putih. 

Saya tidak ingin menyebutkan satu produk lagi dalam klasifikasi yang sama dari pabrikan ini, karena menurut saya (tentu berdasarkan situs resmi mereka) tidak tercantum kandungan bahan baku herbal yang digunakan. 


<img src="diapet.jpg" alt="Diapet - Produk Herbal Perusahaan Farmasi Soho">
Diapet
Anda mungkin ingat juga produk di samping ini. Produk ini sering dikaitkan dengan diare. Diapet mengandung ekstrak Daun Jambu Biji, Kunyit, Biji Jali, Buah Mojo Keling dan Kulit Buah Delima. Produk herbal perusahaan farmasi Soho (Soho Industri Pharmasi) ini dilempar ke pasar sekitar tahun 2000. 

Produk Diapet ini bukan produk herbal yang pertama kali dilempar Soho. Tahun 1999 Curcuma Plus telah lebih dulu dikenal pasar. 


<img src="curcuma plus emulsion.jpg" alt="Curcuma Plus Emulsion - Produk Herbal Perusahaan Farmasi Soho">
Curcuma Plus Emulsion
Bahkan pengembangan produk herbal Soho telah dirintis beberapa waktu sebelum badai krisis moneter menimpa negeri kita. Curcuma Plus merupakan salah satu produk varian dari bahan baku ekstrak Temulawak. Berdasar referensi yang saya miliki, tahun 1995 sebenarnya Soho telah meluncurkan produk berlabel Curcuma untuk diresepkan dokter sebagai obat gangguan fungsi hati. Berikutnya Soho menduplikasi pemanfaatan Temulawak untuk anak-anak dengan mengemasnya menjadi Curcuma Plus Sirup (1999), Curcuma Plus DHA dan Prebiotik (launching tahun 2002), Curcuma Plus Emulsion (launching tahun 2005), Curvit Syrup (launching tahun 2006), Curcuma Plus Susu dan Curcuma Plus Fruit and Veggie. 

Untuk gangguan fungsi hati, Soho masih mempunyai Curliv. Namun kali ini tak hanya ekstrak Temulawak saja yang digerus, Soho meramunya bersama ekstrak Sylimarin, ekstrak buah Schizandrae dan ekstrak Akar Kayu Manis. Produk ini dijajakan sejak tahun 2001.

Selain Curcuma yang diluncurkan tahun 1995 (sebelum krisis moneter), Soho juga berupaya menjajakan Matovit yang mengandung ekstrak Billberry untuk kesehatan mata. Produk ini mulai dipasarkan sejak 1997.

Masih adakah dari Soho?

Masih ada beberapa produk Soho yang lain. Sebut saja Imboost yang mengandung ekstrak Echinacea yang diluncurkan sejak tahun 2000 untuk menjajal pasaran Imunomodulator. Lalu  disusul varian Imboost, Imboost Force dengan tambahan ekstrak Black Elderberry (selain tetap mengandung ekstrak Echinacea) yang dipasarkan sejak tahun 2003. Lalu ada Asthin yang mengandung antioksidan Astaxanthin (dari mikroalga Haemustococcus pluvalis) digenjot mulai tahun 2007 untuk menyisir pasaran Antioksidan alami.
<img src="laxing.jpg" alt="Laxing - Produk Herbal Perusahaan Farmasi Soho"
Laxing

Anda mungkin pernah melihat iklan produk ini di tepi jalan. Soho pun tahu membaca pasar 'penyakit perut' lain selain diare. Laxing yang mengombinasikan ekstrak Sena dan Lidah Buaya diluncurkan tahun 2006 untuk menjajal pasar kategori pencahar herbal. 


<img src="ahlan24.com.jpg" alt="Banyak Diskon di www.ahlan24.com + Bonus Konsultasi Dokter">






Anda masih tertarik dengan artikel Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini ini? Semoga Anda tidak perlu kecewa jika saya berhenti di sini, karena Anda masih bisa menyimak di Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini (Bagian 2)

Masih ada artikel lain yang perlu Anda baca tentang Hal-hal Penting Memilih Herbal Untuk Terapi. Semoga bermanfaat.
<img src="seal.gif" alt="http://www.copyrighted.com/copyrights/view/c0fl-uoeo-mhsy-xhom"



Read more →

Kamis, 14 Februari 2013

Apa Saja Nama Lain Pegagan ?

,
Apa saja nama lain Pegagan? Tentu sebagian Anda butuh informasi tentang hal ini. Jangan-jangan ada tanaman Pegagan di sekitar Anda (yang dikenal masyarakat dengan sebutan lokal tertentu) lepas dari perhatian. Atau mungkin Anda sudah pernah melihat tanaman ini, tapi tidak tahu namanya. Bisa jadi begitu bukan? Padahal banyak khasiat Pegagan yang secara 'gaya hidup sehat' bisa kita manfaatkan. Ada baiknya Anda juga membaca artikel Morfologi Tanaman Pegagan dan Apa Saja Manfaat Pegagan.

<img src="Pegagan" alt="Tanaman Pegagan (Centella asiatica)">
Tanaman Pegagan (Centella asiatica Linn.)


Secara penamaan latin tanaman Pegagan dikenal dengan nama : Centella asiatica, atau sinonim lainnya  Hydrocotile asiatica, atau ada juga yang memberi sebutan ilmiah Pes equinus. Jika mengikuti pengelompokan berdasarkan ciri tanaman, maka Tanaman Pegagan masuk dalam Famili Apiaceae atau Umbelliferae.

Di Indonesia tanaman Pegagan bisa ditemui di berbagai daerah. Tentunya dengan nama lokal sesuai 'lidah' masing-masing. Di Sumatera masyarakat mengenal tanaman ini dengan sebutan Daun Kaki Kuda, Daun Penggaga, Pegaga, Pegagan, Ampapaga, juga Rumput Kaki Kuda. Sedangkan di Jawa masyarakat menamainya Antanan Gede, Gagan-gagan, Ganggagan, Kerok Batok, Pantegowang, Panigowang, Rendeng, Semanggen, Cowek-cowekan, atau Calingan Rambat. Di Madura dikenal dengan nama Kos-tekosan. Sedangkan masyarakat Bali menyebutnya Piduh. Lain lagi di Sulawesi, mereka menyebutnya dengan nama Pagaga, ada juga yang menyebut Dau Tungke-tungke. Di Maluku dikenal dengan nama Kori-kori, atau Kolotidi Menora. Sedangkan di Irian masyarakatnya menyebut Dogauke, Gogauke, atau Sandanan.

Jika kita menyebutnya Antanan, Daun Kaki Kuda atau Daun Sepak Kuda, maka lain lagi 'jiran' kita. Orang Malaysia menyebutnya Pegaga, Pegaga Cina / Nyonya, Pegaga Daun Lebar, Pegaga Salad, atau Pegaga Renek. Di India tanaman Pegagan disebut dengan nama Gotu Kola, nama ini digunakan pula oleh masyarakat Madagaskar dan Amerika. Mungkin nama Gotu Kola ini lebih mendunia, karena tanaman Pegagan telah dikenal lama digunakan oleh orang-orang India dalam dunia pengobatan mereka (Indian Ayurvedic Medicine), selain itu banyak peneliti India yang melakukan penelitian tentang khasiat Pegagan. Selain Gotu Kola, tanaman Pegagan dikenal pula dengan nama Brahma Buti, Brahma Manduki atau Mandukaparni di India. Di Eropa Pegagan dikenal dengan nama Indian Pennywort dan Button Grass, disebut Buabok di Inggris dan dinamai Paardevoet atau Indische Waternavel di Belanda. Sedangkan di Cina tanaman Pegagan yang telah lama digunakan dalam Traditional Chinese Medicine dinamai Ji Xue Cao, Luei Gong Gen, atau Tung Chain.

<img src="diskon herbal.jpg" alt="diskon herbal www.ahlan24.com - nama pegagan"Baiklah... 
Tentu Anda tidak ingin melewatkan informasi berikut : Apa Sajakah Kandungan Tanaman Pegagan dan Amankah Mengonsumsi Pegagan? Semoga bermanfaat.
<img src="http://www.copyrighted.com/copyrights/view/nihs-bgmp-hupl-nvii" alt="nihs-bgmp-hupl-nvii">




Read more →

Sabtu, 09 Februari 2013

Benarkah Tanaman Pegagan Mempunyai Khasiat Antistres?

,
Benarkah Tanaman Pegagan Mempunyai Khasiat Antistres? Sebelum Anda lanjutkan membaca, ada baiknya Anda baca terlebih dahulu artikel saya tentang Apa Saja Manfaat Pegagan, Nama Lain Pegagan dan  Morfologi Tanaman Pegagan

Tanaman Pegagan (Centella asiatica Linn.) sebenarnya telah lama dikenal dalam kedokteran klasik India (Indian Ayurvedic Medicine) dan Cina (Traditional Chinese Medicine). Di India tanaman yang sering disebut dengan nama Mandukaparni ini telah digunakan selama ribuan tahun, dan disebutkan penggunaannya untuk terapi di dalam kitab klasik kedokteran India yang historik, Sushruta Samhita. Sedangkan di Cina, tanaman Pegagan telah digunakan lebih dari dua ribu tahun dan dikenal sebagai salah satu "obat mujarab". 

Kali ini saya ingin mengangkat khasiat Pegagan sebagai antistres, antidepresan dan antiansietas (anti kecemasan), tentunya dengan bukti-bukti penelitian biidznillah.

<img src="tanaman pegagan.jpg" alt="Tanaman Pegagan">
Tanaman Pegagan

Depresi dan kecemasan (secara umum mencakup kondisi stres seorang individu) merupakan gangguan kejiwaan yang sering ditemukan. Tiap individu mengalami ujian berupa bentuk, lama maupun kadar stresor yang berbeda-beda. Sementara itu, efektifitas obat-obatan yang digunakan sangat terbatas disertai dengan munculnya sejumlah efek samping yang tidak diinginkan. Banyak pasien yang menggunakan obat-obatan antidepresan mengalami sakit kepala, tremor, mulut kering hingga gangguan fungsi hati.

Dalam kedokteran Ayurveda India, tanaman Pegagan merupakan herbal utama untuk perbaikan fungsi persarafan dan otak. Bahkan dalam literatur kuno Charaka Chikitsa I, jus tanaman Pegagan dinyatakan bermanfaat meningkatkan harapan hidup dan obat berbagai penyakit. Penelitian terkini telah membuktikan khasiat tanaman Pegagan terhadap Susunan Saraf Pusat, membantu meningkatkan fungsi kognitif dan kecerdasan, sebagai antiansietas, antidepresan dan antistres, bahkan antiepileptik. 

Berikut ini beberapa hasil penelitian tersebut, namun sebelumnya mohon maaf bila gaya bahasa saya berikut ini terlalu 'kuliah style'.

Penelitian Chen (dkk) pada tahun 2003 dan 2005 membuktikan bahwa Triterpene yang diisolasi dari tanaman Pegagan mempunyai efek antidepresan saat diberikan pada tikus yang dikondisikan stres. (Silahkan baca Apa Sajakah Kandungan Tanaman Pegagan?) Efek antidepresan ini diduga berkaitan dengan penurunan aktivitas poros Hipothalamus-Pituitari-Adrenal (HPA) dan peningkatan kadar neurotransmiter Monoamine. Penelitian mereka dipublikasikan dalam Zhong Yao Cai (2003, 2005).

Gupta dan Sharma membuktikan adanya efek antiansietas dari ekstrak tanaman Pegagan dengan pembanding diazepam. Kandungan Triterpene dalam  tanaman Pegagan terbukti menurunkan kadar Kortikosteron dalam serum dan meningkatkan kadar Monoamine, sehingga disimpulkan bahwa  tanaman Pegagan mempunyai efek antidepresan. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Indian Council of Medical Research (2007).

Selvi (dkk) membuktikan efek antidepresan ekstrak tanaman Pegagan terhadap tikus jantan yang dikondisikan stres dengan pembanding obat antidepresan Imipramine. Hasilnya, ekstrak  tanaman Pegagan signifikan mengurangi waktu tidak bergerak mencit. Waktu tidak bergerak tersebut merupakan bentuk stres, sikap putus asa dan mood yang buruk. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Asian Journal Research Pharmacy Science (2012).

Kashmira (dkk) menyampaikan hasil penelitian mereka tentang interaksi ekstrak tanaman Pegagan dan obat antidepresan Imipramine pada mencit dan tikus. Dalam percobaan tersebut, ekstrak tanaman Pegagan terbukti mempunyai efek terhadap sistem Susunan Saraf Pusat, dan pengaruh kombinasi ekstrak tanaman Pegagan bersama dengan Imipramine terhadap Susunan Saraf Pusat lebih tinggi dibandingkan kontrol yang diberi ekstrak tanaman Pegagan saja atau kontrol yang diberi Imipramine saja. Kombinasi ekstrak tanaman Pegagan dan Imipramine terbukti menurunkan frekuensi buang air besar, meningkatkan relaksasi otot, bekerja sebagai antidepresan dan antiansietas. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine (2012).


Pegagan Berkhasiat Antistres

<img src="diskon di www.ahlan24.com.jpg" alt="Diskon di www.ahlan24.com - pegagan anti stres">
Secara kedokteran klasik dan penelitian terkini (meskipun sebagiannya masih terbatas pada hewan uji), tanaman Pegagan bekerja sebagai antistres, antidepresan dan antiansietas. Sebenarnya masih banyak penelitian lain yang belum saya unggah. Terima kasih telah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat. Selanjutnya ada baiknya Anda baca juga artikel Amankah Mengonsumsi Pegagan? 
<img src="www.copyrighted.com/copyrights/view/tesv-7drn-nnge-fv5a" alt="tesv-7drn-nnge-fv5a">



Read more →

Rabu, 06 Februari 2013

Amankah Mengonsumsi Pegagan?

,
Amankah Mengonsumsi Pegagan? Anda tentu sedang tertarik dengan informasi ini. Fenomena yang menarik. Cobalah kita perhatikan ketertarikan orang-orang untuk menggali, mengetahui dan memanfaatkan herbal-herbal yang ada di sekitar kita. Bahkan di centre-centre Pendidikan Indonesia, penelitian-penelitian berbasis pemanfaatan herbal makin menjamur. Sebagai praktisi medis, saya pun mengamati pergeseran perilaku dan mindset beberapa perusahaan obat kimia yang mulai memperbanyak produksi sediaan obat berbahan baku herbal. Lebih jelasnya silahkan baca di Ingin Tahu Perkembangan Pemanfaatan Herbal Terkini? Saya kira Anda perlu juga membaca Benarkah Tanaman Pegagan Mempunyai Khasiat Antistres?

<img src="sambola.jpg" alt="sambola"
Sambola, olahan Pegagan di Sri Lanka
Sebenarnya di Indonesia tanaman Pegagan telah lama dimanfaatkan sebagai sayuran. Orang-orang tua kita sering mengonsumsi Pegagan sebagai salad / lalapan yang meningkatkan selera makan. Mungkin karena rasanya yang sedikit tajam, sebagian orang lebih memilih menyajikannya bersantan, atau mengolahnya bersama dengan kelapa parut. Di negara Asia lain seperti Malaysia, Sri Lanka, Thailand dan India, penduduknya pun mempunyai beberapa cara mengonsumsi tanaman Pegagan. Sebagai contoh seperti Kola Kenda (sejenis bubur), Mallung (sejenis kari), dan Sambola di Sri Lanka. Sedangkan di Thailand dan India biasanya Pegagan dijadikan minuman untuk menguatkan fungsi persarafan dan otak. Penduduk Thailand mengonsumsi Pegagan sebagai minuman dan jus, sedangkan orang India mengonsumsinya sebagai minuman yang dikenal dengan nama Thandaayyee. Negeri kita pun tak kalah, di lereng pegunungan Menoreh (Kulonprogo, DIY) penduduk mengolah Pegagan sebagai bahan baku minuman 'teh pegagan' yang dikenal dengan nama Teh Antana.

Pada dasarnya banyak cara untuk mengonsumsi Pegagan. Anda bisa mengonsumsi langsung, atau mengolahnya terlebih dahulu yang hasil akhirnya bisa berupa simplisia kering untuk dibuat teh celup atau powder sebelum proses kapsulasi, atau bisa juga melalui proses ekstraksi sebelum kapsulasi. Bahkan lebih jauh lagi, hasil ekstraksinya bisa diolah menjadi cream, zalf ataupun lotion untuk produk kosmetika.

Kembali ke tema Amankah Mengonsumsi Pegagan? Tulisan ini saya maksudkan untuk berbagi informasi tentang keamanan mengonsumsi Pegagan. Tentunya dengan dukungan penelitian ilmiah, biidznillah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Boely C. yang dipublikasikan Gaz Medical France (1975), sepanjang cara mengonsumsi Pegagan sesuai dosis yang direkomendasikan Pegagan aman dikonsumsi tanpa efek samping. Dalam penelitian tersebut, pemberian Asiaticoside (salah satu kandungan aktif Pegagan) secara oral pada dosis 1g/kgBB yang diujikan dengan memberikan ekstrak Pegagan kepada pasien ternyata terbukti tidak toksik dan ditoleransi dengan baik. Jika kita mengacu pada laporan Tee (dkk) di Johor Malaysia tentang kandungan nutrisi makanan, maka Asiaticoside (dalam daun Pegagan) mempunyai konsentrasi antara 1.14 - 2.56 µg/ml. Laporan Tee tersebut dipublikasikan di Malaysian  Food  Composition  Database Programme (1997). 

Meskipun begitu, situs WebMD memberi peringatan tentang efek samping penggunaan Pegagan. Menurut situs tersebut Pegagan aman dikonsumsi secara oral maupun digunakan pada kulit jika sesuai aturan pakai. Namun ada kekhawatiran pada beberapa individu bisa menimbulkan gangguan fungsi hati dan efek samping berupa sakit perut, mual dan gatal-gatal. Pasien yang sedang menunggu jadwal operasi sebaiknya tidak mengonsumsi Pegagan dalam jangka waktu 2 minggu sebelum jadwal operasi, karena pengaruh interaksi Pegagan dengan obat-obatan yang mendepresi Susunan Saraf Pusat. (Silahkan baca Benarkah Tanaman Pegagan Mempunyai Khasiat Antistres?Konsumsi Pegagan dalam jumlah besar juga menimbulkan kantuk (tentang ini, saya pribadi pernah mengalaminya).

Nampaknya warning situs WebMD tersebut perlu kita jadikan pertimbangan. Di Argentina Jorge & Jorge melaporkan kasus yang dimuat Revista Española De Enfermedades Digestivas (2005), tentang kasus Hepatotoksitas pada pemakaian Pegagan dalam jangka waktu 20 - 60 hari. Ketiga kasus tersebut ditandai adanya peningkatan kadar enzim-enzim hati dan jaundice. Namun yang harus kita berikan catatan adalah studi kasus klinis yang dilaporkan baru ada 3 kasus, ketiga pasien tersebut berusia di atas 48 tahun, tidak ada riwayat penyakit sebelumnya yang dilaporkan, dan Jorge & Jorge memberikan status hipotesa bahwa kerusakan hati tersebut akibat konsumsi Pegagan serta membaik saat pemakaian Pegagan dihentikan. 
Setelah saya lakukan penelusuran data, tidak ada laporan kasus Hepatotoksisitas pada pemakaian Pegagan kecuali berasal dari Jorge & Jorge di atas. Tiwari S (dkk) dalam laporan penelitian tentang Efek Pegagan terhadap Kerusakan Kognitif Ringan dengan subyek penelitian Lansia usia 65 tahun, mereka mengatakan bahwa dalam penelitian yang dilakukan tidak ada peningkatan enzim hati (SGOT dan SGPT) setelah penggunaan Pegagan yang menunjukkan adanya kerusakan hati, sehingga menurut mereka Pegagan cukup aman diberikan pada lansia. Saya pun memilih pendapat terakhir ini, bahwa Pegagan cukup aman dikonsumsi.

<img src="iklan jhi1.jpg" alt="iklan jhi 1"
Sebagai pembanding seberapa besar dosis aman mengonsumsi Pegagan, saya sampaikan hasil penelitian Sairam (dkk) dan Cheng (dkk) bahwa jus segar ekstrak Pegagan dengan dosis 200 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB sebanyak dua kali sehari terbukti melindungi Ulkus Lambung dari kerusakan akibat induksi Aspirin ataupun Ethanol. 

Terakhir saya sampaikan kembali tentang interaksi obat-obatan yang mendepresi Susunan Saraf Pusat bersamaan dengan mengonsumsi Pegagan (Silahkan baca Benarkah tanaman Pegagan mempunyai khasiat Antistres?). Penggunaan Pegagan harus hati-hati pada pasien yang mengonsumsi obat-obatan seperti Clonazepam (Klonopin), Lorazepam (Ativan), Phenobarbital (Donnatal), Zolpidem (Ambien) dan sediaan lainnya yang bersifat mendepresi SSP. Ada baiknya Anda baca juga Apa Saja Kandungan Pegagan? Semoga bermanfaat.
<img src="http://www.copyrighted.com/copyrights/view/zwof-hks2-wf5b-iw9d" alt="zwof-hks2-wf5b-iw9d">



Read more →